Perlu kreativitas, dan keberanian. Kreativitas berguna untuk menemukan kegunaan baru, atau manfaat baru, dari ide-ide yang sebenarnya telah ada; yang tak jarang membukakan peluang yang tak dikira-kira. Keberanian penting karena se-kreatif apapun ide anda, kalau tidak berani dieksekusi ya sia-sia. Ide itu sendiri murah, gratis, namun yang sulit adalah menerapkannya menjadi sesuatu yang nyata. (byms)
Sunday, October 21, 2012
Masa depan = Pendidikan + Kreativitas
Pendidikan dan pelatihan kebanyakan membantu kita mengenal hal-hal yang secara konstan terjadi. Tapi pembangunan masa depan tidak akan berhasil hanya dengan mengandalkan pengetahuan akan hal-hal yang telah, atau secara konstan masih, terjadi.
Wednesday, October 10, 2012
Menjawab mengapa daging Babi haram menurut Islam?
Dari pencarian data untuk salahsatu tulisan yang sedang disusun, alhamdulillah mengarahkan kepada jawaban cukup memuaskan bagi salahsatu pertanyaan abadi dalam benak pikiranku:
"Mengapa daging babi itu diharamkan?"Bukannya iseng atau kurang kerjaan, tapi pertanyaan itu cukup valid jika dikaitkan dengan adanya sebab atau alasan untuk segala sesuatu, atau kala pertanyaan ini datang dari rekan-rekan yang berbeda keyakinan.
Dari hasil sekian banyak perbincangan dengan rekan, dan artikel yang dibaca, sebenarnya banyak terjadi pro-kontra terhadap perlu atau tidaknya terdapat alasan itu sendiri, atau perlu atau tidaknya dicari penyebab yang masuk akal bagi manusia... Karena kalau beriman, berarti percaya terhadap sesuatu yang mungkin belum bisa kita jelaskan oleh akal pikiran kita saat ini, titik.
Cuman setelah baca artikel menarik dari Quraish Shihab di link ini, sebenarnya jawabannya sederhana sekali:
Akan halnya dengan kenyataan bahwa ilmu Allah itu Maha Luas, sedangkan ilmu manusia itu sangat terbatas, maka peringatan dan larangan semisal halal-haram tersebut dapat diartikan sebagai suatu hal yang baik, hanya saja belum bisa manusia mengerti seutuhnya karena keterbatasan kemampuan pikiran itu tadi (mungkin suatu saat terjawab, mungkin tidak, wallahualam). Dan untuk menggambarkan pemikiran ini, ada ilustrasi yang cukup mengena walau mungkin sudah kurang relevan terhadap kondisi dunia saat ini:
Cuman setelah baca artikel menarik dari Quraish Shihab di link ini, sebenarnya jawabannya sederhana sekali:
"Karena daging babi itu termasuk rijs (kotor)", mengacu pada Al-An'am (6): 145. Ayat yang sama, memasukkan pula "darah yang mengalir", serta "bangkai" dalam golongan ini.Kalau kesannya sekarang masalahnya ialah pada pendefinisian kata "kotor" itu, dan berarti cuma memindahkan masalah, atau kala kita lantas bertanya lebih lanjut mengenai maksud sebenarnya dari "rijs" atau kotor dalam hal ini, maka Quraish Shihab dalam bukunya "Wawasan Al-Qur'an, Tafsir Maudhu'i atas Pelbagai Persoalan Umat", memberikan jawaban sebagai berikut:
"Memang kita boleh saja bertanya, dan atau mencari jawaban tentang mengapa Allah Swt. mengharamkan makanan tertentu. Boleh jadi kita puas atau tidak puas dengan jawaban yang diberikan, tetapi adalah amat bijaksana jika jawaban yang ditemukan itu --walau sangat memuaskan-- tidak dijadikan sebagai satu-satunya jawaban."Hal ini berarti, terlepas dari kemampuan kita menjelaskan maksud kata "kotor", atau dengan ditemukannya karakter-karakter berbahaya dari daging babi, hal tersebut sebenarnya tidaklah merupakan jawaban pengganti kata "kotor" tadi, namun sekedar menambahkan bukti medis atau bukti dari sisi ilmu pengetahuan. Semacam keterangan tambahan tapi bukan jawaban!
Akan halnya dengan kenyataan bahwa ilmu Allah itu Maha Luas, sedangkan ilmu manusia itu sangat terbatas, maka peringatan dan larangan semisal halal-haram tersebut dapat diartikan sebagai suatu hal yang baik, hanya saja belum bisa manusia mengerti seutuhnya karena keterbatasan kemampuan pikiran itu tadi (mungkin suatu saat terjawab, mungkin tidak, wallahualam). Dan untuk menggambarkan pemikiran ini, ada ilustrasi yang cukup mengena walau mungkin sudah kurang relevan terhadap kondisi dunia saat ini:
"Imam Al-Ghazali memberikan ilustrasi menyangkut 'illat (katakanlah "sebab" atau "hikmah") dari larangan-larangan Ilahi. "Seorang ayah memiliki anak yang tinggal bersama di satu rumah. Sebelum kematian menjemputnya, sang ayah mewasiatkan kepada anaknya: 'Jika engkau ingin memugar rumah ini silakan, tetapi tumbuhan yang terdapat di serambi rumah jangan ditebang.'Jadi segala hasil pemikiran manusia akan hal yang diharamkan ini, mungkin saja adalah kebenaran, namun tak lebih hanyalah sebagian dari keseluruhan kebenaran yang dimaksud.
Beberapa tahun kemudian sang ayah meninggal, dan anak pun memperoleh rezeki yang memadai. Rumah dipugarnya dan ketika sampai di tumbuhan terlarang, ia berpikir, 'Apakah gerangan sebabnya ayah melarang menebangnya?' Pikirannya kemudian sampai kepada kesimpulan bahwa aroma pohon itu harum (makanya jangan ditebang, pen.). Dan di sisi lain, ia mengetahui bahwa telah ditemukan tumbuhan lain yang memiliki aroma lebih harum. Maka ia pun memutuskan menebang tumbuhan itu dan menggantikannya dengan tumbuhan yang lebih sedap. Tetapi apa yang terjadi? Tidak lama kemudian muncul seekor ular, yang hampir saja menerkamnya, dan ketika itu ia sadar bahwa rupanya aroma tumbuhan itu, merupakan penangkal kehadiran ular. Ia hanya mengetahui sebagian dari 'illat larangan ayahnya' bukan semuanya, bahkan bukan yang terpenting darinya." Demikian lebih kurang ilustrasi Imam Al-Ghazali."
Beberapa contoh aplikasinya
Ini sekedar percakapan imajiner, tapi mewakili pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul di dunia nyata:
Q: "Jadi kenapa daging babi itu diharamkan?"Atau kalau mau lebih personal dan belief-based, termasuk kalau pertanyaannya ditambah dengan:
A: "Karena menurut Tuhan kami, daging babi itu kotor."
Q: "Kotor seperti apa yang dimaksud?
A: "Tidak dijelaskan secara terperinci, namun ada beberapa temuan dari ilmu kesehatan dan sains yang mungkin bisa membantu memberikan anda gambaran."
Q: "Koq anda mau percaya walaupun alasannya tidak dijelaskan secara logis"Maka jawabannya bisa jadi:
A: "Tidak dijelaskan secara terperinci dan mungkin akan selalu sulit untuk diterangkan secaraAtau kalau mau dikaitkan dengan manfaat:
logis, namun karena datangnya dari Tuhan yang Maha Tahu, maka saya percaya"
A: "Tidak dijelaskan lebih lanjut. Namun karena Tuhan itu Maha Tahu dan kita ini hanya sekedar belum mampu untuk mengerti, jadi walau sulit dicerna akal, saya percaya larangan-larangan itu semuanya tercipta untuk kebaikan kita, manusia."Wassalam. (byms)
Catatan: Tulisan ini aslinya dimuat di laman Multiply ini: http://kangbayu.multiply.com/journal/item/222
Monday, October 1, 2012
Colombiana (2011)
Selain dari tokoh Cataleya (Zoe Saldana), daya tarik film Colombiana (2011) ini terletak pada plot cerita yang khas Luc Besson: kontras, presisi, dan penuh kejutan bombastis, misalnya bagaimana Cataleya kecil digambarkan terlihat sebagai anak kecil yang lemah, namun saat menghindari penangkapan kroni boss gangster Colombia, berubah menjadi sosok bocah lincah dengan kemampuan parkour tingkat tinggi. Atau saat salahsatu target Cataleya dihabisi dengan senjata yang tidak lazim: ikan hiu, semuanya adalah ciri khas Luc Besson yang berulang kali muncul di film-film garapannya.
Di film Leon (1994) misalnya, Leon seorang pembunuh bayaran dengan karakter sangat unik (Jean Reno), dipasangkan dengan seorang gadis kecil Mathilda (Natalie Portman) yang ingin menuntut balas kematian keluarganya oleh oknum korup kepolisian, sedangkan dalam film The Kiss of The Dragon (2001), Lu Jian (Jet Li) dihadapkan dengan musuh super dalam beragam pertarungan epic, termasuk satu ruangan penuh Karateka ban hitam. Film-film aksi Luc Besson terkini mungkin tidak akan masuk nominasi Oscar (Transporters, Taxi, Taken, dll.), tapi dari waktu ke waktu selalu ada kejutan menanti di film-film garapannya.
Termasuk dalam menampilkan quote seperti berikut ini:
You want me to teach you how to be a killer? No problem. I teach you. But you'll be dead in five years.If you want to be a killer and survive, you got to be a smart one. Have to know things besides how to pull a trigger. You have to know how people think. You got to learn how to be psychological. I cannot teach you that unless you learn the basics at a school. You got that? Hm? Come on, what's it going to be? Cataleya, you choose.Begitu ujar karakter Emilio Restrepo (Cliff Curtis) di film ini. Agak terasa bombastis dan lebay saat tampil di layar film, apalagi konteksnya negatif yaitu bunuh membunuh, tapi movie quote ini ada benarnya juga: seringkali sebelum seseorang bisa dilatih keahlian tingkat tinggi, modal dasarnya harus ada dulu. Modal ini sendiri bisa berupa keahlian dasar, pengetahuan, atau bakat.
Satu hal yang mungkin agak berbeda, Luc sekarang lebih berani menampilkan adegan-adegan sadis dibanding di film-film sebelumnya. Mungkin terpengaruh oleh perkembangan zaman pula, saat makin banyak film gemar menunjukkan aksi-aksi brutal.
Anyway, karena unsur-unsur ceritanya mirip sekali dengan film-film Luc Besson sebelumnya, walhasil di penghujung film sempat ketiduran... (byms)
Image dari: Impawards.com
Image dari: Impawards.com
Tuesday, February 28, 2012
He who knows and knows he knows...
Beberapa waktu lalu di facebook status saya nulis sesuatu yang sebenarnya sudah sering dikutip, tapi seringkali bikin pusing bacanya:
He who knows and knows he knows, he is wise, follow him.He who knows and knows not he knows, he is asleep, wake him.
He who knows not and knows he knows not, he is simple, teach him.He who knows not and knows not he knows not, he is fool, shun him.
Setelah ditelusuri lebih lanjut, ternyata ungkapan ini banyak mengacu pada Arabian proverbs (peribahasa Arab) yang dipopulerkan oleh Lady Burton pada 1890:
There are four sorts of men:He who knows not and knows not he knows not : he is a fool - shun him;He who knows not and knows he knows not : he is simple - teach him;He who knows and knows not he knows : he is asleep - wake him;He who knows and knows he knows : he is wise - follow him.-- An Arabian Proverb (Lady Burton, 1890) [Lady Isabel Arundell Burton, The Life of Captain Sir Richard F. Burton]
Sedangkan secara nggak sengaja, pagi ini malah nemu referensi lain yang bersumber dari literatur Islami:
الرجال أربعة رجل يدري ولا يدري أنه يدري فذاك غافل فنبهوه ورجل لا يدري ويدري أنه لا يدري فذاك جاهل فعلموه ورجل يدري ويدري أنه يدري فذاك عاقل فاتبعوه ورجل لا يدري ولا يدري أنه لا يدري فذاك مائق فاحذروه“Orang-orang itu ada empat macam:(1) Seorang yang mengetahui dan tidak mengetahui bahwasanya ia mengetahui, itulah orang yang lalai maka ingatkalah ia.(2) Dan seorang yang tidak tahu dan ia mengetahui bahwasanya ia tidak tahu, itulah orang yang jahil (bodoh) maka ajarilah ia.(3) Dan seorang yang mengetahui dan ia tahu bahwasanya ia mengetahui, itulah orang yang pandai maka ikutilah.(4) Dan seorang yang tidak tahu dan tidak tahu bahwsanya ia tidak tahu, itulah orang tolol maka jauhilah dia”Atsar riwayat Al-Baihaqi dalam Al-Madkhol ila As-Sunan Al-Kubro 1/441 no 828
Mengingat Imam Abu Bakar Al-Baihaqi yang dimaksud adalah seorang cendikia muslim yang hidup pada tahun 384 - 458 H (994 - 1068 M), maka kemungkinan besar memang dialah penggagas ungkapan yang kemudian berkembang menjadi peribahasa yang digunakan masyarakat Arab dalam keseharian tersebut, dan lantas berkembang menjadi peribahasa umum yang mendunia.
Namun demikian terlepas dari asal-usul dan sanad nya, peribahasa ini memuat suatu kondisi "if-then" yang sederhana dan bermanfaat: ikuti orang yang pintar, ingatkan orang yang lalai, ajari orang yang bodoh, dan jauhi orang yang tolol.
Perlu diperhatikan juga di sini bahwa dibedakan antara "bodoh" dan "tolol": "bodoh" adalah orang yang simple alias awam atau tidak berpengetahuan, sedangkan "tolol" adalah orang yang fool, sok tahu, atau merasa diri tahu padahal tidak.
Di sisi lain, peribahasa ini juga mengingatkan kita untuk menjadi seseorang yang tahu daripada sok tahu, agar bisa diikuti orang. Bukan maksudnya supaya dikuntit kemana-mana, atau menganjurkan narsisme dan megalomania, namun "diikuti" adalah indikasi yang baik bahwa kita telah bermanfaat bagi orang lain, dan ini sesuai dengan anjuran Rasulullah SAW:
"Khairunnas anfa’uhum linnas" atau "Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain." (HR. Bukhari dan Muslim)
(byms)
Monday, February 28, 2011
Unlearn your negative skills and habits
We are all affected by our surroundings and upbringing; the tricky part is how to absorbs (and nurture) only the positive parts and shed the negative ones. And when you have arrived at the conscious incompetence state, then letting go of the skills and habits that you've been doing like forever, but turned out they tend to corrupts instead of improving you, might be the most reasonable yet the most difficult thing to do.
So when you're poor and your competitors are giants, guerrilla marketing might be your only way out, a little shortcut here and there might be justifiable. But when you're finally grow big, sophisticated, and trying to win new markets, guerrilla warfare should not be the only strategy you have; or perhaps shouldn't even included in your options anymore.
Do you have habits or skills you mastered through the hard times, but now you know you should get rid of to make a real significant improvement? I believe you do, I believe we all do.
So likewise, when a brand had learned through its upbringing a glued and patched sets of User Experience for their customers that have keep them in business, but now they see that it flawed, or even hinder it to achieve further improvements, it might be a time to unlearn some old tricks, improves the ones that work, and create a new refreshed User Experience.
The most constant thing in live is changes; you can embrace it and create improvements, or you can avoid it and create setbacks. (byms)
Read more at: http://blog.bayuamus.com
So when you're poor and your competitors are giants, guerrilla marketing might be your only way out, a little shortcut here and there might be justifiable. But when you're finally grow big, sophisticated, and trying to win new markets, guerrilla warfare should not be the only strategy you have; or perhaps shouldn't even included in your options anymore.
Do you have habits or skills you mastered through the hard times, but now you know you should get rid of to make a real significant improvement? I believe you do, I believe we all do.
So likewise, when a brand had learned through its upbringing a glued and patched sets of User Experience for their customers that have keep them in business, but now they see that it flawed, or even hinder it to achieve further improvements, it might be a time to unlearn some old tricks, improves the ones that work, and create a new refreshed User Experience.
The most constant thing in live is changes; you can embrace it and create improvements, or you can avoid it and create setbacks. (byms)
Read more at: http://blog.bayuamus.com
Thursday, February 24, 2011
Aplikasi penting bagi para UX Designers
Even though you can do well with pencil & paper during the initial stages of UX Design, technology can saves your time and adds advantages which cannot be achieved by the manual tools. However, if price might be your main concern, especially when you're just starting out, or the company you're working for has tight budget on acquiring new software license, or simply is waiting for you to score that first project to get business running, then you need software applications that's both powerful, and free. Tough picks? Surely, but amazingly such great application exists! And here are my favourite choices:
Has any of you use those applications? Or do you have other tools you would like [...]
Read more at: http://blog.bayuamus.com
- XMind
When you need to brainstorm for ideas, develop mind maps, or simply drafting the task flow or document IA, XMind is a wonderful tools. Equipped with easy to use, intuitive navigation, and very flexible structure, you can quickly harvest your ideas without less thinking about the technical matters. Equipped with keyboard shortcuts that has good conformity to both common sense and widely used standards, making operating this app is a breeze. - Pencil
What? Electronic pencil to use with electronic paper? No it's not. Pencil is the Add on application for Mozilla based browser (that mean Firefox included) that's capable to do a GUI prototyping. While it might not be as powerful as Axure or other commercial prototyping tools out there, Pencil is surprisingly usable. With selections of available stencils to use, templating, and ability to export in either image or linkable HTML file, Pencil saves your time in rapid prototyping by offering templating ability, reusable stencils with common UI shapes (tab, drop down list, tables, buttons, check boxes, etc.), and easy operation. You can even use it to draw regular flow chart diagram.
Has any of you use those applications? Or do you have other tools you would like [...]
Read more at: http://blog.bayuamus.com
Thursday, January 20, 2011
Maintaining Blog and Social Media with less efforts
Blogging is hard, because it requires a writing skill; Facebooking is easy, because simply by updating mundane information as your status, you're exist on Facebook. Blogging therefore, is a practice you need to put more efforts into it, and harder to maintain; Facebook could be your quick way to connect to your audiences, and it's easy to maintain -- but one liner status and comments are also easy to forget.
Therefore if your goals is to establish a personal branding, then blogging (and blogwalking) is a very powerful tool.
If in the past you would require to publish a writing on a well-known magazine or newspaper to get noticed, blogging offer a lower entry barrier to be getting known; a name and (free) platform and space to host your writings, and you're all set to go promoting the most important brand you'll ever manage; yourself.
It would still requires you to actively maintain it, actively done SEO initiatives, and actively promotes it, but you can start it quick and painless instead of having to face lengthy process of article submission to the print medias. Not to include rejections.
But this doesn't mean however, that you should alienate everything non-blogging from your personal branding efforts, because we can't deny that to become known, you have to be exist in places where the crowds gathers; Facebook, Twitter, LinkedIn, Digg, Kompasiana, etc. But how could you maintain your existence in all of those places at once? At some time in history, this does mean that you should be "physically" exist there, creating different posts from one to another, interacting with different people at different location, thus resulting in much time spent for maintaining, instead of advancing forward. It requires a lot amount of time to spare; and with the list of the networking sites keep on getting bigger, you would hardly keeping up with them in short time.
So how you could you maintain your existence in multiple networks/sites, yet can still maintain it w [...]
http://blog.bayuamus.com
Therefore if your goals is to establish a personal branding, then blogging (and blogwalking) is a very powerful tool.
If in the past you would require to publish a writing on a well-known magazine or newspaper to get noticed, blogging offer a lower entry barrier to be getting known; a name and (free) platform and space to host your writings, and you're all set to go promoting the most important brand you'll ever manage; yourself.
It would still requires you to actively maintain it, actively done SEO initiatives, and actively promotes it, but you can start it quick and painless instead of having to face lengthy process of article submission to the print medias. Not to include rejections.
But this doesn't mean however, that you should alienate everything non-blogging from your personal branding efforts, because we can't deny that to become known, you have to be exist in places where the crowds gathers; Facebook, Twitter, LinkedIn, Digg, Kompasiana, etc. But how could you maintain your existence in all of those places at once? At some time in history, this does mean that you should be "physically" exist there, creating different posts from one to another, interacting with different people at different location, thus resulting in much time spent for maintaining, instead of advancing forward. It requires a lot amount of time to spare; and with the list of the networking sites keep on getting bigger, you would hardly keeping up with them in short time.
So how you could you maintain your existence in multiple networks/sites, yet can still maintain it w [...]
http://blog.bayuamus.com
Subscribe to:
Comments (Atom)
.jpg)
