Waktu ulang taun anak tetangga last weekend, Zayan dapet topi kertas juga, tapi tulisannya "Giant". Hohohohoho.
Di kesempatan lain, kadan jadi "Jayen", "Yayang", atau kalau di Bandung & Garut jadi "cep Jayan". Begitulah nasib punya nama nggak lazim. Gimana jadinya kalau gw kasih nama "Yggdrasil" ya? (byms)
Image dari: http://farm3.staticflickr.com
Tuesday, July 6, 2010
Lie To Me (TV Series - 2009)
| Rating: | ★★★★★ |
| Category: | Movies |
| Genre: | Mystery & Suspense |
Apakah itu micro facial expression? Ini adalah istilah untuk reaksi spontan dari manusia (tepatnya wajah manusia) yang sulit untuk dimanipulasi sehingga sangat efektif untuk dijadikan petunjuk mengenai berbohong atau tidaknya seseorang, atau menunjukkan perasaan seseorang itu secara umum; misalnya; dua alis terangkat bersamaan menunjukkan rasa takut, ujung bibir melengkung kebawah disertai kening berkerut menunjukkan rasa jijik, dsb. Dikaitkan dengan ilmu psikologi, dan kemampuan umum membaca body language, maka mfe ini bisa menjadi tools untuk lie detector yang ampuh.
Dengan demikian walaupun ceritanya fiksi, namun karena ilmunya sendiri nyata maka jadinya penonton bisa mendapat pelajaran berharga sambil nonton.
Dalam serial "Lie To Me" ini, alkisah Dr. Cal Lightman (Tim Roth) adalah seorang Doktor di bidang micro facial expression yang kemudian mendirikan perusahaan "The Lightman Group" yang menawarkan jasa "truth finding", alias menemukan kebenaran. Perusahaannya ini seringkali dikontrak oleh biro penegak hukum, mulai dari Kepolisian hingga FBI, untuk membantu menuntaskan kasus-kasus yang sulit mereka pecahkan.
Selain Cal, The Lightman group ini beranggotakan juga beberapa konsultan yang rata-rata memiliki pendidikan dan pengetahuan baik mengenai mfe; kecuali Lia Torres (Monica Raymund) yang diceritakan memiliki bakat langka membaca body language seseorang secara natural.
Dari episode demi episode, Lightman group dihadapkan pada aneka tantangan yang beragam, mulai dari kasus suap, pembunuhan, hingga ke terorisme. Kadang ada juga kasus yang ringan semisal calon mempelai yang berbohong. Yang menarik, usaha pencarian kebenaran ini tidak berhenti sampai tahap analisis saja, tapi melangkah lebih jauh hingga ke pemahaman sifat manusia secara lebih general.
Di Fox Channel via YesTV, serial ini baru selesai menayangkan Season Finale nya dan belum tahu kapan akan disambung lagi. Sayang banget. (bay)
Wednesday, June 30, 2010
Hidup: Kesiapan Nyemplung
Padahal tidak ada orang yang benar-benar siap untuk apapun yang baru bagi dirinya; maka dari itu cara paling baik untuk menjadi siap, adalah dengan nyemplung; dan perhatikan diri kita akan berkembang dari mengatasi masalah-masalah yang kemudian timbul.
Nabi saja kadang-kadang mentok, padahal counselornya adalah Tuhan; ini terjadi karena pada dasarnya hanya ada satu jalan buat manusia untuk menjadi siap; melalui proses. Persiapan dan pembelajaran adalah bagian dari proses, tapi "the real learning" baru akan dimulai ketika kita berani melakukan.
Ini yang kadang membuat orang tanpa pendidikan tinggi bisa lebih sukses daripada mereka yang gelarnya berentet; saat yang tanpa pendidikan berani untuk mulai dan belajar sambil jalan, sementara yang kebanyakan gelar terlalu banyak berhitung dan berencana tanpa berani mulai melakukan. (bay)
Terilhami dari salahsatu episode MTGW di Metro TV
Images dari: http://www.makan.com/
Thursday, June 24, 2010
Maximum The Hormone
Waktu bantuin temen nginstall modem di netbooknya, iseng gw liat-liat koleksi musiknya dengan harapan ada pencerahan disana; tindak lanjut dari rasa bosen yang mulai hinggap gara-gara denger lagu yang itu-itu aja selama beberapa bulan di Bali ini. Plus kebingungan waktu Happy Hour di Mitrais mau nyumbang lagu tapi pilihan lagunya walaupun katanya relatif baru, tapi rata-rata asing di telinga gw; tanda-tanda generation gap yang akut.
Di luar dugaan, si akang Deden pemilik netbook ini ternyata seleranya pas banget sama gw; musik sangar! Dan mulailah gwpun asik meneliti koleksi lagu-lagunya yang lumayan update dibandingin gw. Dan sampailah kemudian gw pada satu folder yang isinya sebuah lagu dari band Jepang. Berharap dapet sesuatu yang serupa L'arc en ciel, maka gw putarlah lagu dari band yang namanya asing di telinga gw ini: Maximum The Hormone.
Ah! Ternyata style nya mengena banget! Lagu pertama yang gw denger "Kuso Breakin Nou Breakin Lily" memadukan dengan manis antara gaya-gaya J-Pop dengan kilasan Ska, Rap, sampai ke Grunge Metal! Waktu kemudian terdorong untuk menjelajah halaman Wiki nya, ternyata grup ini udah berkiprah cukup lama, dari tahun 1998, punya beberapa hit songs, dan ternyata pengisi vokal wanita di grup ini bukanlah dari jajaran "frontliner", melainkan dari posisi paling belakang di panggung; drummer! Yeah! Drummer metal wanita, nyanyi pula! Selain vokal wanita yang cukup bening, sound vocal yang juga mereka tampilkan adalah speed-rap dalam high pitch, dan olahan suara grunge metal.
Sedangkan untuk warna musik, gaya yang ditampilkan cukup beragam dan unik; terkadang Daisuke Han nge-rap mirip Serj Tankian nya SOAD, Futoshi Uehara yang memang fans beratnya RHCP maenin bas ala Flea, apalagi dari segi massa tubuh dan tampilannya juga mirip. Nao Kawakita gebuk drum nya sangat nge-beat, terkadang sangar, tapi karakter suaranya aduh pop banget, imut. Sedangkan Ryo Kawakita, kakaknya Nao yang bertubuh bongsor ini, aliran petikan gitarnya berkisar antara metal, punk, dan hard rock.
You Tube ternyata punya banyak koleksi video dari grup ini, dan rata-rata video musiknya ternyata seru juga, apalagi Daisuke ternyata punya style *joged* yang dinamis dan atraktif, dan secara umum aransemen action maupun directingnya bagus-bagus.
+ Maximum the Hormone - Koi no Mega Lover
+ Maximum the Hormone - What's Up People
+ Maximum the Hormone - Buikikaesu
+ Maximum the Hormone - Rolling1000Toon
Kesimpulannya, walaupun dijamin gw tetep asing sama pilihan lagu di Happy Hour nya Mitrais kelak, tapi kuping gw punya "kenalan" baru yang keliatannya bakalan nyambung buat waktu yang lama. (bay)
Di luar dugaan, si akang Deden pemilik netbook ini ternyata seleranya pas banget sama gw; musik sangar! Dan mulailah gwpun asik meneliti koleksi lagu-lagunya yang lumayan update dibandingin gw. Dan sampailah kemudian gw pada satu folder yang isinya sebuah lagu dari band Jepang. Berharap dapet sesuatu yang serupa L'arc en ciel, maka gw putarlah lagu dari band yang namanya asing di telinga gw ini: Maximum The Hormone.
Sedangkan untuk warna musik, gaya yang ditampilkan cukup beragam dan unik; terkadang Daisuke Han nge-rap mirip Serj Tankian nya SOAD, Futoshi Uehara yang memang fans beratnya RHCP maenin bas ala Flea, apalagi dari segi massa tubuh dan tampilannya juga mirip. Nao Kawakita gebuk drum nya sangat nge-beat, terkadang sangar, tapi karakter suaranya aduh pop banget, imut. Sedangkan Ryo Kawakita, kakaknya Nao yang bertubuh bongsor ini, aliran petikan gitarnya berkisar antara metal, punk, dan hard rock.
You Tube ternyata punya banyak koleksi video dari grup ini, dan rata-rata video musiknya ternyata seru juga, apalagi Daisuke ternyata punya style *joged* yang dinamis dan atraktif, dan secara umum aransemen action maupun directingnya bagus-bagus.
+ Maximum the Hormone - Koi no Mega Lover
+ Maximum the Hormone - What's Up People
+ Maximum the Hormone - Buikikaesu
+ Maximum the Hormone - Rolling1000Toon
Kesimpulannya, walaupun dijamin gw tetep asing sama pilihan lagu di Happy Hour nya Mitrais kelak, tapi kuping gw punya "kenalan" baru yang keliatannya bakalan nyambung buat waktu yang lama. (bay)
Maximum The Hormone
Waktu bantuin temen nginstall modem di netbooknya, iseng gw liat-liat koleksi musiknya dengan harapan ada pencerahan disana; tindak lanjut dari rasa bosen yang mulai hinggap gara-gara denger lagu yang itu-itu aja selama beberapa bulan di Bali ini. Plus kebingungan waktu Happy Hour di Mitrais mau nyumbang lagu tapi pilihan lagunya walaupun katanya relatif baru, tapi rata-rata asing di telinga gw; tanda-tanda generation gap yang akut.
Di luar dugaan, si akang Deden pemilik netbook ini ternyata seleranya pas banget sama gw; musik sangar! Dan mulailah gwpun asik meneliti koleksi lagu-lagunya yang lumayan update dibandingin gw. Dan sampailah kemudian gw pada satu folder yang isinya sebuah lagu dari band Jepang. Berharap dapet sesuatu yang serupa L'arc en ciel, maka gw putarlah lagu dari band yang namanya asing di telinga gw ini: Maximum The Hormone.
Ah! Ternyata style nya mengena banget! Lagu pertama yang gw denger "Kuso Breakin Nou Breakin Lily" memadukan dengan manis antara gaya-gaya J-Pop dengan kilasan Ska, Rap, sampai ke Grunge Metal! Waktu kemudian terdorong untuk menjelajah halaman Wiki nya, ternyata grup ini udah berkiprah cukup lama, dari tahun 1998, punya beberapa hit songs, dan ternyata pengisi vokal wanita di grup ini bukanlah dari jajaran "frontliner", melainkan dari posisi paling belakang di panggung; drummer! Yeah! Drummer metal wanita, nyanyi pula! Selain vokal wanita yang cukup bening, sound vocal yang juga mereka tampilkan adalah speed-rap dalam high pitch, dan olahan suara grunge metal.
Sedangkan untuk warna musik, gaya yang ditampilkan cukup beragam dan unik; terkadang Daisuke Han nge-rap mirip Serj Tankian nya SOAD, Futoshi Uehara yang memang fans beratnya RHCP maenin bas ala Flea, apalagi dari segi massa tubuh dan tampilannya juga mirip. Nao Kawakita gebuk drum nya sangat nge-beat, terkadang sangar, tapi karakter suaranya aduh pop banget, imut. Sedangkan Ryo Kawakita, kakaknya Nao yang bertubuh bongsor ini, aliran petikan gitarnya berkisar antara metal, punk, dan hard rock.
You Tube ternyata punya banyak koleksi video dari grup ini, dan rata-rata video musiknya ternyata seru juga, apalagi Daisuke ternyata punya style *joged* yang dinamis dan atraktif, dan secara umum aransemen action maupun directingnya bagus-bagus.
+ Maximum the Hormone - Koi no Mega Lover
+ Maximum the Hormone - What's Up People
+ Maximum the Hormone - Buikikaesu
+ Maximum the Hormone - Rolling1000Toon
Kesimpulannya, walaupun dijamin gw tetep asing sama pilihan lagu di Happy Hour nya Mitrais kelak, tapi kuping gw punya "kenalan" baru yang keliatannya bakalan nyambung buat waktu yang lama. (bay)
Di luar dugaan, si akang Deden pemilik netbook ini ternyata seleranya pas banget sama gw; musik sangar! Dan mulailah gwpun asik meneliti koleksi lagu-lagunya yang lumayan update dibandingin gw. Dan sampailah kemudian gw pada satu folder yang isinya sebuah lagu dari band Jepang. Berharap dapet sesuatu yang serupa L'arc en ciel, maka gw putarlah lagu dari band yang namanya asing di telinga gw ini: Maximum The Hormone.
Sedangkan untuk warna musik, gaya yang ditampilkan cukup beragam dan unik; terkadang Daisuke Han nge-rap mirip Serj Tankian nya SOAD, Futoshi Uehara yang memang fans beratnya RHCP maenin bas ala Flea, apalagi dari segi massa tubuh dan tampilannya juga mirip. Nao Kawakita gebuk drum nya sangat nge-beat, terkadang sangar, tapi karakter suaranya aduh pop banget, imut. Sedangkan Ryo Kawakita, kakaknya Nao yang bertubuh bongsor ini, aliran petikan gitarnya berkisar antara metal, punk, dan hard rock.
You Tube ternyata punya banyak koleksi video dari grup ini, dan rata-rata video musiknya ternyata seru juga, apalagi Daisuke ternyata punya style *joged* yang dinamis dan atraktif, dan secara umum aransemen action maupun directingnya bagus-bagus.
+ Maximum the Hormone - Koi no Mega Lover
+ Maximum the Hormone - What's Up People
+ Maximum the Hormone - Buikikaesu
+ Maximum the Hormone - Rolling1000Toon
Kesimpulannya, walaupun dijamin gw tetep asing sama pilihan lagu di Happy Hour nya Mitrais kelak, tapi kuping gw punya "kenalan" baru yang keliatannya bakalan nyambung buat waktu yang lama. (bay)
Monday, June 14, 2010
Mama yang aneh...
Z: "Apa?!"
Bapak pun tergerak untuk menjawab pertanyaan si bocah; walaupun mungkin belum mengerti keseluruhan informasi yang terungkap, namun anak usia 1-2 tahun sebaiknya diajak berbicara dengan benar untuk memperkenalkan mereka pada kosa-kata dan struktur bahasa.
B: "Itu buku mama, Zayan"
Z: "Apa?!"
B: "Buku untuk dibaca"
Z: "Apa?!"
B: "Isinya tentang mengapa bayi menangis... kan mama pengen tau kalau kamu sering nangis itu sebenernya kenapa?"
Z: "... Aneh! Aneh!"
B: [melongo sejenak, lalu ketawa ngakak!]
Jadi mamamu aneh ya nak, sampai harus baca buku segala demi mengetahui kenapa kamu sering menangis?
Duh bocah... (bay)
Mama yang aneh...
Z: "Apa?!"
Bapak pun tergerak untuk menjawab pertanyaan si bocah; walaupun mungkin belum mengerti keseluruhan informasi yang terungkap, namun anak usia 1-2 tahun sebaiknya diajak berbicara dengan benar untuk memperkenalkan mereka pada kosa-kata dan struktur bahasa.
B: "Itu buku mama, Zayan"
Z: "Apa?!"
B: "Buku untuk dibaca"
Z: "Apa?!"
B: "Isinya tentang mengapa bayi menangis... kan mama pengen tau kalau kamu sering nangis itu sebenernya kenapa?"
Z: "... Aneh! Aneh!"
B: [melongo sejenak, lalu ketawa ngakak!]
Jadi mamamu aneh ya nak, sampai harus baca buku segala demi mengetahui kenapa kamu sering menangis?
Duh bocah... (bay)
Subscribe to:
Comments (Atom)
