| Rating: | ★★★ |
| Category: | Restaurants |
| Cuisine: | Italian |
| Location: | Plasa Semanggi, Jakarta |
Ade ama gw kesini waktu gagal ketemuan ama salahsatu temen yang ngedadak harus rapat creative malem itu.
Dulu temen sesama
epicurean,
Yohan pernah ngajak saya buat lunch disini, cuma karena kesibukan maka ajakan tersebut dengan berat hati saya tolak, dan sejak saat itupun La Porchetta tidak terpetakan dengan jelas posisinya dalam jagad referensi restoran di benak saya =).
Ade yang penggemar berat Pizza lalu memilihkan menu untuk kami santap. Dari sekian banyak pilihan, Ade memilih "The Lot" ukuran regular (36K) yang cukup untuk 2-3 orang, dan dua gelas ice tea (9K). "The Lot" ini mirip dengan Super Supreme nya restoran lain, karena segala macem topping tumpah ruah disini, termasuk Anchovy yang gak semua orang bisa tahan rasa anyirnya. Lalu karena penasaran, Ade akhirnya memesan juga Lasagna (30K). Mengejutkan, karena dulu-dulu sebelum diajak pulan Lebaran ke Garut, prestasi makan Ade jelek, seporsi biasa aja ga pernah abis...
Udah itu, kita masih bingung milih-milih diantara daftar ice cream yang ada, karena tertarik sama promosi buy 1 get 1 free saat itu. Pilihannya banyak banget dan menarik, semuanya (katanya) didatangkan juga dari Australia, negeri asal franchise La Porchetta ini.
Sambil nunggu makanan datang, kita disajiin snack semacem cheese sticks dalam gelas tinggi yang rasanya cukup lumayan, namun sayang kadang minyaknya tinggi banget, sampe2 jadi basah waktu digigit dan dikunyah dimulut.
Lasagna datang terlebih dahulu, hadir dalam piring ukuran standar, hidangan ini termasuk hidangan nggak maen-maen, karena selain dari pasta lapis dagingnya, masih ditambah juga dengan saus daging cincang dengan porsi melimpah!
Pada icipan pertama sausnya terasa terlalu masam... namun setelah dikombinasikan, ternyata rasa masam ini berpadu baik dengan lapisan pastanya yang terasa tawar.
Nah, waktu pizzanya dateng, ada kejutan lain... Nggak seperti pilihan menunya "Pizza Hut" yang rata-rata hadir
full-force, "The Lot", sebagaimana pilihan pizza lain di La Porchetta ini hadir cukup "polos", tanpa saus melimpah atau keju mozarella yang tebal membentang, siap untuk meleleh leleh jika dipotong. Ini memang Italian Pizza; adonan pizzanya dibuat tidak terlalu tebal, ditaburi dengan aneka topping menumpuk yang masih terlihat fresh, dengan hanya sedikit saja mozarella diatasnya.
Pada waktu itu baru terjawab pertanyaan dalam hati saya soal bagaimana koq orang Itali tidak pada mati muda gara-gara tiap hari makan pizza... karena ternyata dalam versi yang lebih sopan, pizza bukanlah junk food. Semua bahan yang tersaji di pizza kami malam itu memang masih segar... agak terlalu mentah buat selera Ade, namun menurut saya acceptable, karena rasa asli masing-masing topping malah jadi terjaga baik dan menimbulkan nuansa rasa yang berbeda-beda. Yummy!
Walaupun pizzanya cuma porsi sedang, ternyata jika dikombinasi dengan lasagna jadinya kebanyakan buat kita yang cuma berdua. Aftermath, kita ga jadi mesen es krim karena gak tau mau disimpen di perut sebelah mana nantinya, lalu sepotong pizza dan beberapa suap Lasagna masih tersisa dipiring... Tadinya Ade maksa mau ngabisin... tapi saya larang karena kalau sekarang sih buat saya nggak ada istilah sayang makanan, lebih penting sayang perut dong, dah kenyang masih dipaksain...
On overall, good, will be back for another visit.